Postingan

Zona Nyaman

“Pagi ke pagi ku terjebak di dalam ambisi Seperti orang-orang berdasi yang gila materi “ Mengutip sepenggalan lagu dari Fourtwnty pagi ini, yang secara tidak sengaja saya simak liriknya. Lagu yang ringan dan mudah dipahami maknanya untuk tidak menghamba pada dunia dan bergerak keluar dari zona nyaman kita. Kita bangun dari pagi ke pagi, dengan rutinitas yang kurang lebih sama setiap harinya. Berkawan dengan rumitnya pekerjaan dan arus kemacetan sampai waktu berkata, “sudah cukup, waktumu selesai” Waktu terasa sangat singkat dan tak bermakna dikala malam menjelang, dan tubuh kita terkulai lemas dipetakan kasur, dimana kita telah selesai melakukan aktivitas yang itu-itu saja. Buya Hamka dengan kata-kanya yang tajam pernah melontarkan “Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutanpun hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja” Untuk mereka yang telah keluar dari zona nyamannya, berbanggalah bisa berdiri di atas kaki sendiri. Setidaknya mereka telah menja...

Sepucuk Surat Untuk Bidadari

Gambar
Tak pernah kutulis surat untukmu sebelumnya, tapi hari ini izinkanlah aku memberimu peluk dalam bentuk kata-kata. Agar hilang resahmu, agar reda segala gelisah yang bergemuruh dihidupmu akhir-akhir ini Mak, aku tahu hidup menampar begitu keras belakangan ini. Air matamu tumpah begitu sering. Semangatmu terbang jauh semenjak ditinggal kekasih hidupmu tanpa pamit. Senyumpun sepertinya terpaksa hadir diwajahmu. Aku melihat semua itu dalam pahit dan getir yang sama. Tak mampu kuberikan bahagia yang kupunya. Bahagiamu tertutup kabut. Jalangnya hidup merajai segala inderamu. Membuat matahari di kepalamu tertutup redup kehilangan cahayanya. Mak, tulangmu memang tak sekokoh yang dulu untuk melangkah. Rupamu memang tak seindah yang dulu tempat senyum merekah memesona. Tapi hatimu masih luas tempatku pulang. Pundakmu selalu ada saat duniaku tak baik-baik saja. Kau adalah alasanku sejauh ini bertahan dibalik perihnya perjalanan. Tak pernah bosan kau bilang sederhana dan sabar adalah ...